Mungkin lebih dari 5 tahun tak bertemu semenjak reuni akbar, klo mo jujur saya sempet menaruh hati padanya dan mencari keberadaannya dijakarta. Mungkin dulu banget semenjak selesai reuni saya sempet lihat sosok dia dijakarta sayangnya saya dia lagi diangkutan umum dan masuk tol. Gimana saya mau kejar motor gak boleh masuk tol dan asa pun menghilang dengan berlalunya kendaraan.
Tanggal 10 agustus 2010, tepatnya awal ramadhan ini. Kulihat Ia di sebuah pasar tradisional Pulo Jahe Pulogadubf jakarta timur dengan temannya, awalnya saya malu tuk menegurnya. setelah berputar-putar 3 kali, saya berani menegurnya.
Diapun menegurku dengan senyuman yang tak asing 5 tahun yang lalu, dia mengajakku tuk main ketempat kontrakannya. Entah kenapa mulut ini berbicara “gak ah nanti suamimu marah” diapun berkata “suamiku gak ada dirumah, ayo main aja” sesampai ditempat tinggalnya dia menceritakan keadaannya padaku tanpa malu-malu.
Tanpa kusadari Ia punya status janda dan anaknya yang berumur 8 bulan meninggal dinia…. Ia menceritakan tetang perkawinannya yang tanpa didasari dengan cinta, ia adalah korban dari perjodohan orang tuanya. Kami berdua saling berterus terang dan saling jujur,dan akupun menceritakan tentang percintaanku dan rencana pernikahanku tahun depan padanya. Ia pun menyesal mengenalku sekarang dan ia lebih menyesal dengan status jandanya, alunan kata mengalun mengiringi pembicaraan kami berdua dan kamipun saling jujur dengan perasaan kami berdua.
Sayangnya saya sudah punya komitment dengan perempuanku yang sekarang, ia pun menyadari akan hal ini namun hati adalah hati dan tak bisa pungkiri perasaan waktu itu.
Ia berkata dengan suara merdunya dan sambil menggoda dengan tatapan matanya “kenapa sech kita baru ketemu lagi sekarang dan mengenal lebih dekat” aku hanya bisa tersenyum dan sambil menikmati keindahan wajahnya dan sambil bertutur kata “mungkin kita ditakdirkan hanya sebagai teman” dengan nada lirih.
Waktupun berlalu dengan keangkuhannya dan haripun melaju dengan namanya, tepat tanggal 16 agustus 2010 saya coba bertandang ketempatnya tepatnya jam 20.30 wib. Pintu rumahnya terbuka dan didepan terparkir sebuah sepeda motor namun aku cuek aja dan tidak berprasangka apapun padanya, dalam hati ini mulai bertanya-tanya siapakah laki-laki ini?
Entah kenapa aku begitu cemburunya dengan kehadiran laki-laki itu, akupun bingung dan kulaju motorku tuk hilangkan kecemburuan ini. Berputar-putar tanpa arah dan dan kuberanikan diriku tuk kembali ketempatnya walaupun masih ada laki-laki itu.
Ku parkir sepeda motor agak jauh ternyata iapun keluar dan menghampiriku sambil mengelus-elus pipiku dan akupun menanyakan siapa yg sedang bertandang dirumahmu dan ia berkata sambil menggodaku “kan cowokku adalah kamu, ia cuma teman kok….”
Biasanya ia mengajakku tuk masuk ketempatnya namun malam ini ia tak mengajakku tuk bertandang, rasa cemburupun menggema diseantero hati ini. ia pun pergi dan hanya bilang “maaf…” lalu aku tancap sepeda motorku dengan rasa yang tak menentu.
Lantas aku pulang dan tak bisa aku pungkiri bahwa hati ini masih ada rasa, dan aku tak boleh main hati. Tak lama aku telepon kekasihku dan berkata jujur dan minta maaf padanya dan ia berkata “lebih baik kita putus, gak ada rencana tahun depan”
jujur aku masih mencintai kekasihku dan melanjutkan rencanaku tahun depan, maafkan aku sayang kalau aku salah…..
Jakarta 17 agustus 2010
selasa, 04.13 wib


