Tepatnya bulan februari 2010 didesa tenajar adalahh bulan yang sangat bersejarah buat masyarakat desa tenajar, pada bulan inilah seorang kepala desa didemo oleh masyarakatnya.
Mungkin ini sudah biasa terjadi ditempat-tempat yang lain, mungkin kami ketinggalan dalam pergerakan masyarakat tuk menuntut perubahan.
Berawal dari pertanggung jawaban kepala desa yang tidak disetujui oleh anggota BPD dan pak camat tentang alokasi dana pembangunan tahun 2009, isu tersebut mencuat dimasyakarat dan masyarakatpun menagih janji pembangunan 2009. Demo yang dikepalai oleh calon kepala desa yang gagal dalam ajang pemilihan kepala desa tahun 2008, para pendemo rencana mendatangi kantor kepala desa dengan memboyong massa yang lumayan cukup banyak. Dalam persiapan demo masyarakat tenajar tidak seperti daerah-daerah yang lain atau kota-kota besar yang selalu membawa baliho atau sepanduk yang bertuliskan kecaman, justeru masyarakat tenajar tidak membawa apa-apa tuk mendemo kepala desanya hanya bermodalkan keberanian tuk berdiskusi.
Rencana demo tersebut diketahui oleh kepala desa dan ketua BPD desa tenajar, rencananya pendemo mencoba mendatangi kantor kepala desa, namun dihalangi oleh ketua dan anggota BPD. Anggota BPD yang diwakilkan oleh ketua BPD bernama pak suma mempertanyakan rencana pendemo tersebut dan setelah mendapatkan penjelasan dari para pendemo ketua BPD serta anggotanya mencoba mengalihkan para pendemo tuk pindah berorasi dikantor kecamatan, para anggota BPD bukannya menghalang-halangi rencana pendemo tapi mencoba tuk mengantisipasi terjadinya bentrokkan antara massa pendemo dan massa pendukung kepala desa.
Ketua BPD tenajar berinisiatif menelpon pak camat kertasemaya bahwa didesa tenajar ada pendemo dan akan dialihkan kekantor kecamatan, pak camat pun menerima para wakil pendemo sebanyak 10 orang dan salah satunya adalah mantan calon kuwu (bapak Uyi) yang kalah dalam pemilihan kepala desa dan kepala desa tenajar pun diundang oleh bapak camat kertasemaya tuk dating kekantor kecamatan dan mendengarkan aspirasi masyarakat tenajar, dengan didampingi oleh ketua BPD para pendemo menyampaikan aspirasi mereka salah satunya menuntut 30 truk batu untuk akses jalan yang masih rusak (BECEK bila terkena air hujan) apabila para petani dan buruh tani pergi kesawah dengan masa tenggang sampai panen (akhir maret 2010).
Kini masyarakat desa tenajar tinggal menunggu realisasi tersebut, namun pengadaan 30 truk batu tersebut menggunakan APBD desa tenajar tahun 2010 bukan APBD 2009 yang para pendemo tuntu.
Sumber tulisan ini dari keterangan dari ketua BPD dan anggota BPD serta masyarakat desa tenajar.
Posted by DANIELSPO on 3 Agustus 2011 at ‘00:41′.
WAH G BERES NIH DS KU
Posted by aris on 21 Desember 2011 at ‘00:41′.
HEHEHE….ini bukti nyata kalo masyarakat babadan tenajar gag mau di bodoh2i oleh pemimpinya…