alhamdulillah…..


Sudah lama rasanya tidak buka blog ini, saking keasyikan buka media sosial.

Rasanya pengen nulis-nulis lagi diblog ini, hallo kawan-kawan apakabarnya?

semoga kita semua diberikan kesehatan oleh allah swt dan selalu dalam lindungannya.

Ternyata sering-sering buka media sosial bosen juga, banyak yang membicarakan ttg politik, sebenarnya sih perlu juga kita mengetahui agenda politik didalam negeri dan luar negeri. yang paling membosankan kalau dimedia sosial kalau membicarakan politik dan sudah memasuki pembicaraan rasis, sara, pokoknya yg negative-negative, ujung-ujungnya kita bisa terprovokasi, kalau kita tidak bisa memfilter mindset diri kita.

Saya berharap dibumi ini khususnya dinegeri Indonesia tercinta ini selalu damai, aman, dan rakyatnya sejahtera serta berkeadilan. ini sih harapan dan doa saya…

Pokoknya NKRI harga mati !!!!

Spot Mancing Desa Pabean Ilir Indramayu


Buat rekan – rekan yang hobby mancing, saya kasih spot mancing yang paling enak didesa pabean ilir indramayu

image

Foto diatas banyak diminati oleh senior-senior pemancing tak kalah ikan tangkapan yang ikan yang besar rata-rata minimal 2kg beratnya.

image

Foto diatas banyak juga peminatnya, rata-rata yang suka mancing dasar ( kata orang indramayu mancing dasaran) jangan lupa pakai bandul pancing yang agak gede karena arus agak kuat saat air laut masuk kemuara.

image

Foto berikutnya buat anda yang suka mancing dasar tapi agak lebih dekat kemuara sungai.

image

ini spot yang banyak diminati buat anda yang suka mancing pakai bandul apung, karena posisi letaknya strategis persis di pertigaan sungai.

image

kalau yang ini buat anda yang suka mancing yang jarak lemparannya jauh dan persis dekat dengan muara sungai.
Buat rekan-rekan yang senang mancing, jangan takut kehabisan udang hidup, disini ada yang menyediakan udang hidup dan murah langsung dari empang udangnya dan ada penjual kopi,rokok,gorengan, tahu bumbu dan snack keliling juga.
Maaf foto ikannya tidak saya tampilkan, keburu digoreng sama istri.
Salam pancing….

DNV 2.7-1


Standar ini berlaku untuk sertifikasi terkait persyaratan untuk transportasi offshore container sehubungan dengan desain, pembuatan, pengujian sertifikasi,, penandaan dan pemeriksaan berkala.

Offshore Container adalah portabel unit dengan maximum gross mass tidak melebihi 25000 kg, offshore container dibagi menjadi 3 kategori:

Offshore freight container

  • General cargo container adalah container tertutup dengan pintu
  • Cargo basket adalah container bagian atasnya terbuka untuk kargo umum atau khusus (misalnya untuk mengangkut pipa)
  • Tank container adalah container penggunaannya untuk mengangkut cairan tidak berbahaya atau berbahaya
  • Bulk container
  • Special container container untuk transportasi khusu kargo (misalnya untuk mengangkut sampah, peralatan, bottle rack)

Offshore service container

Offshore container dibuat dan dilengkapi untuk mengangkut yang bersifat khusus atau bersifat sementara (contohnya laboratorium, workshop, power plants, control station, wireline unit)

Offshore waste skip

Sama seperti dengan namanya, Offshore container yang terbuka atau tertutup digunakan untuk penyimpanan atau untuk pembuangan limbah.

Primary Structure

Primary structure meliputi :

  • Load carrying and suporting frames
  • Load carrying panels (floor, tweendecks)
  • Forklift pockets
  • Pad eyes
  • Supporting structures for tanks
  • Supports for heavy equipment
  • Corner/knee brackets

primary structure dibagi menjadi 2 : 

Batan kembangkan iradiasi untuk kendalikan lalat mangga – AntaraNews.com


Batan kembangkan iradiasi untuk kendalikan lalat mangga – AntaraNews.com.

Jakarta (ANTARA News) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan teknik pengendalian hama lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada mangga gedong gincu dengan radiasi sinar gamma untuk kepentingan ekspor.


Menurut Peneliti Hama dan Penyakit Tanaman Batan, Indah Aras Tuti, pengembangan teknologi itu dilakukan karena hama lalat mangga selama ini menjadi penghambat peningkatan ekspor mangga gedong gincu. 

“Mangga gedong gincu yang rasanya sangat enak itu sudah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Timur Tengah, namun belum bisa diperluas ke negara-negara maju karena belum memenuhi persyaratan,” katanya di sela Seminar dan Pameran Teknologi Isotop dan Radiasi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, lalat buah yang bertelur di dalam buah mangga membuat buah mangga rusak. Buah yang dari luar tampak bagus, saat tiba di negara tujuan ekspor rusak karena telur-telur lalat berkembang di dalam daging buah, merusak buah. 

“Ekspor mangga seringkali juga gagal di proses karantina karena banyak negara maju seperti Australia memberi syarat sangat ketat terhadap produk pertanian kita yang rentan membawa hama. Suatu produk pertanian tidak boleh membawa organisme apapun di dalamnya,” katanya.

Dulu, lanjut dia, buah mangga yang akan diekspor disemprot dengan metil bromida, namun kini penggunaan zat tersebut sudah dilarang karena merusak ozon.

“Cara lain dalam perlakuan karantina yang dikembangkan Kementerian Pertanian adalah teknologi uap panas dengan memasukkan buah satu per satu ke dalam suatu alat, namun cara ini tidak praktis, karena prosesnya lama,” katanya.

Batan menggunakan iradiasi dengan dosis 150 gy selama 15 menit pada mangga-mangga yang sudah dikemas dalam kemasan box berisi mangga dalam jumlah banyak, sehingga praktis dan mudah. Teknik itu membebaskan mangga dari telur lalat.

“Badan karantina juga sudah ikut mensosialisasikan cara ini kepada para petani mangga yang berniat mengekspornya ke negara lain,” kata Indah.

Selain mangga, pihaknya juga sudah mulai melakukan riset penerapan iradiasi pada buah manggis.

 

tak bisa kupungkiri kalau aku salah


Mungkin lebih dari 5 tahun tak bertemu semenjak reuni akbar, klo mo jujur saya sempet menaruh hati padanya dan mencari keberadaannya dijakarta. Mungkin dulu banget semenjak selesai reuni saya sempet lihat sosok dia dijakarta sayangnya saya dia lagi diangkutan umum dan masuk tol. Gimana saya mau kejar motor gak boleh masuk tol dan asa pun menghilang dengan berlalunya kendaraan.

Tanggal 10 agustus 2010, tepatnya awal ramadhan ini. Kulihat Ia di sebuah pasar tradisional Pulo Jahe Pulogadubf jakarta timur dengan temannya, awalnya saya malu tuk menegurnya. setelah berputar-putar 3 kali, saya berani menegurnya.

Diapun menegurku dengan senyuman yang tak asing 5 tahun yang lalu, dia mengajakku tuk main ketempat kontrakannya. Entah kenapa mulut ini berbicara “gak ah nanti suamimu marah” diapun berkata “suamiku gak ada dirumah, ayo main aja” sesampai ditempat tinggalnya dia menceritakan keadaannya padaku tanpa malu-malu.

Tanpa kusadari Ia punya status janda dan anaknya yang berumur 8 bulan meninggal dinia…. Ia menceritakan tetang perkawinannya yang tanpa didasari dengan cinta, ia adalah korban dari perjodohan orang tuanya. Kami berdua saling berterus terang dan saling jujur,dan akupun menceritakan tentang percintaanku dan rencana pernikahanku tahun depan padanya. Ia pun menyesal mengenalku sekarang dan ia lebih menyesal dengan status jandanya, alunan kata mengalun mengiringi pembicaraan kami berdua dan kamipun saling jujur dengan perasaan kami berdua.

Sayangnya saya sudah punya komitment dengan perempuanku yang sekarang, ia pun menyadari akan hal ini namun hati adalah hati dan tak bisa pungkiri perasaan waktu itu.

Ia berkata dengan suara merdunya dan sambil menggoda dengan tatapan matanya “kenapa sech kita baru ketemu lagi sekarang dan mengenal lebih dekat” aku hanya bisa tersenyum dan sambil menikmati keindahan wajahnya dan sambil bertutur kata “mungkin kita ditakdirkan hanya sebagai teman” dengan nada lirih.

Waktupun berlalu dengan keangkuhannya dan haripun melaju dengan namanya, tepat tanggal 16 agustus 2010 saya coba bertandang ketempatnya tepatnya jam 20.30 wib. Pintu rumahnya terbuka dan didepan terparkir sebuah sepeda motor namun aku cuek aja dan tidak berprasangka apapun padanya,  dalam hati ini mulai bertanya-tanya siapakah laki-laki ini?

Entah kenapa aku begitu cemburunya dengan kehadiran laki-laki itu, akupun bingung dan kulaju motorku tuk hilangkan kecemburuan ini. Berputar-putar tanpa arah dan dan kuberanikan diriku tuk kembali ketempatnya walaupun masih ada laki-laki itu.

Ku parkir sepeda motor agak jauh ternyata iapun keluar dan menghampiriku sambil mengelus-elus pipiku dan akupun menanyakan siapa yg sedang bertandang dirumahmu dan ia berkata sambil menggodaku “kan cowokku adalah kamu, ia cuma teman kok….”

Biasanya ia mengajakku tuk masuk ketempatnya namun malam ini ia tak mengajakku tuk bertandang, rasa cemburupun menggema diseantero hati ini. ia pun pergi dan hanya bilang “maaf…” lalu aku tancap sepeda motorku dengan rasa yang tak menentu.

Lantas aku pulang dan tak bisa aku pungkiri bahwa hati ini masih ada rasa, dan aku tak boleh main hati. Tak lama aku telepon kekasihku dan berkata jujur dan minta maaf padanya dan ia berkata “lebih baik kita putus, gak ada rencana tahun depan”
jujur aku masih mencintai kekasihku dan melanjutkan rencanaku tahun depan, maafkan aku sayang kalau aku salah…..

Jakarta 17 agustus 2010

selasa, 04.13 wib

BURUH PABRIK


Berawal dari pembicaraan ringan tentang pengalaman kerja salah satu buruh pabrik, ada seorang buruh pabrik yang sudah lama mengabdi pada salah satu perusahaan dikawasan industri pulogadung.

Lebih dari 12 tahun ia mengabdi pada perusahaan tersebut dan lebih dari 12 tahun pula ia berkarya dan memajukan perusahaannya, tak pernah ia bayangkan kalau ia akan selamanya menjadi buruh pabrik dengan bayaran Rp.50 ribu/hari.

Memang ia tak memiliki ijazah SLTA, SLTP pun ia tak punyadan ia hanya memiliki ijazah SD. Ia menceritakan tentang peerjaannya yang ia tekuni dan ia cintai. Tak pernah ia mengeluh sedikitpun saat ia bekerja, ia selalu bersungguh-sungguh pada target produksi yang harus ia selesaikan tiap hari.

Setiap pengangkatan karyawan ia selalu tidak lolos alias tidak bisa jadi karyawan tetap atau lebih kasar lagi tetep jadi BURUH PABRIK, katanya ijasah sangat mempengaruhi dalam penerimaan karyawan dan bukan etos kerja yang dinilai oleh atasannya.

Ia pun melepaskan keluhannya pada perbincangan kami berdua disela-sela istirahat siang “saya sangat kesal, apabila setiap penerimaan karyawan atau pengangkatan. Kenapa orang yang sudah lama bekerja selalu dinomor duakan, padahal orang-orang yang sudah lama bekerja mampu bersaing dengan pekerja-pekerja yang baru dan saya berani diadu mengenai pekerjaan yang akan diberikan” keluh sang buruh sambil mengumpat kata-kata kekesalannya.

Aku hanya bisa tersenyum sambil mendengarkan ia bercerita dengan lantang tentang jerih payah dia yang ikut andil dalam membesarkan perusahaan tersebut lebih dari 12 tahun ia mengabdi, aku hanya bisa termenung dan miris mendengarkannya serta sambil membayangkan jikalau aku sebagai dia, apakah aku akan kuat menjalaninnya?

Ia pun menceritakan tentang bonus tahunanyang selalu ia terima pada bulan juni tiap tahunnya, namun tahun ini ia belum menerima sepeserpun uang bonus tahunan dan sekarang sudah masuk pertengahan  bulan agustus.

Ia pun menceritakan tentang tempat ia kerja yang dulu managementnya dipimpin oleh orang asing “Kalau dulu, kami selalu diberi susu kental kaleng tiap bulannya walaupun cuma 2 kaleng dalam sebulan. Serta Medical CheckUp tahunan dan biaya kesehatan selalu ada, walaupun saya hanya seorang buruh pabrik. Saya bangga dengan adanya perhatian tersebut, semenjak dipegang oleh orang negeri sendiri malah nasib kami (buruh pabrik) seperti sapi perahan. boro-boro adanya Medical CheckUp tahunan, uang berobatpun tidak pernah diganti dan susu tiap bulan kami dapat kini sudah tak ada dan alasannya kami (buruh pabrik) bukan karyawan tetap perusahaan tersebut. sampai-sampai uang bonus tahunan belum kami terima sepeserpun padahal karyawan tetap sudah pada terima uang bonus tahunan tersebut, mungkin sudah habis” keluhnya padaku.

Ia pun mulai ketar-ketir dengan semakin dekatnya hari raya idul fitri, iapun mulai berprasangka buruk pada pimpinan perusahaannya “jangan-jangan THR pun kami tak dapat” keluhnya sambil menarik nafas panjang dan sambil menatap langit yang masih biru.

Aku hanya bisa diam dan coba merasakan getirnya apa yang ia rasakan “memang tak enak jadi buruh, apalagi pendidikan saya hanya lulusan SD” keluhnya.

Pahit memang yang ia ceritakan apalagi ia menceritakan tentang kehidupan keluarganya sehari-hari, saya hanya bisa mengelus punggungnya yang dibalut werpak kerja yang disinggahi keringat.

Saya hanya bisa berfikir kapankah para buruh-buruh ini layak mendapatkan upah yang layak?……

Jakarta, 20 agustus 2010

jum’at, 19.19 wib

OUGH…..


Disebuah desa kudengar sebuah keluhan orang yang sedang sakit, pagi2 seorang adik mengantarkan berobat kakaknya kepoliklinik rumah sakit arjawinangun cirebon dengan berbekal uang Rp.500ribu.

Sang kakak panggil saja JUNA merintih kesakitan sambil dibonceng motor oleh sang adik panggil saja NURI, tak terasa sampai juga ke Poliklinik RSUD arjawinangun. maklum orang desa yang baru pertama kali masuk rumah sakit dan tak mengerti prosedur rumah sakit, kamipun mendaftar dan mendapatkan urutan no.125 setelah mendaftar, sang kakakpun  menunggu giliran tuk dipanggil diperiksa.

Setelah diperiksa oleh dokter, JUNA disuruh USG/RONTGEN dan Check up darah. Setelah mendapatkan surat rujukan dari dokter, JUNA pergi check up darah dan USG/RONTGEN. Seharian kami di RSUD arjawinangun sambil menunggu hasil Check Up darah dan USG/RONTGEN, tepatnya jam 14.30wib hasil darah sudah keluar dan pukul 15.30wib hasil USG/RONTGEN pun sudah ada printoutnya. Setelah membaca dan melihat hasil USG/RONTGEN kakaknya, sang adik (NURI) kaget melihat hasil tersebut.

Ternyata JUNA terdeteksi organ GINJALnya ada sesuatu benda-benda kecil, NURI pun lemas dan cemas tak karuan melihat kakaknya punya penyakit ginjal. Tak buang-buang waktu NURI mengajak kakaknya tuk balik lagi kepoliklinik ternyata poliklinik sudah tutup dan makin risaulah perasaan NURI terhadap keadaan kakaknya, saking bingung melihat kakaknya merintih kesakitan walaupun DIA tahan-tahan agar tidak terlihat lemah didepan adiknya dan NURIpun tahu kalau kakaknya merasakan kesakitan dari gerakan tubuh kakaknya.

Kamipun pulang dengan hasil yang belum memuaskan, sesampai dirumah bapak menanyakan keadaan JUNA pada NURI dan NURI bingung mau menjawab apa, dan JUNA dengan perlahan-lahan memberitahukan keadaannya kepada bapak. Makin bingunglah bapak melihat anaknya yang sedang sakit, jam 17.15wib ibu pulang setelah merias orang kawinan. Maklum kerjaan orang tua kami sebagai penyedia peralatan orang hajatan dan rias pengantin.

Sore mulai larut dengan seiringnya waktu, orang tua kami rundingan tuk mau dibawa kemana JUNA berobat?!…. Saking capeknya NURI ketiduran mendengarkan obrolan bapak dan ibu. dengan bekal uang Rp.500ribu tadi pagi biaya check up darah Rp.250 ribu dan USG/RONTGEN Rp.75 ribu makan dan bensin Rp.50ribu dan sisapun tinggal Rp.125 ribu.

Orang tua kami sepakat tuk berobatkan JUNA kedokter penyakit dalam yg buka praktek di jatibarang indramayu dengan membawa hasil checkup dari RSUD arjawinangun namun orang tua kami tidak punya uang lagi, karena orang yang menyewa peralatan hajatan dan rias belum ada yang bayar. Ibu punya inisiatif pinjem kesaudara (keponakan) yang paling kaya dikeluarga kami, ibupun telepon dan kata saudara katanya uang Rp.200 ribu sih ada dan bapakpun memberanikan tuk datang pinjam duit dan sekalian pergi berobatkan JUNA. Sesampai disana kamipun disambut dengan baik sama adiknya keponakan maklum yang punya duit habis melahirkan jadi tak bisa menemui bapak secara langsung dan sang adik keponakan masuk kedalam kamar, entah kenapa lama banget keluar dari kamar. lebih dari 20 menit bapakku menunggu namun tak kunjung keluar uang tersebut, saking paniknya bapak melihat anaknya merintih kesakitan dan bapakpun risau dan bingung lalu langsung pergi tuk cari bantuan pinjaman uang keorang lain dan dapatlah pinjaman uang tersebut lalu pergilah berobat dan sekarang sudah baikan kakakku dan bisa beraktifitas lagi.

Memang gak enak jadi orang miskin, apa-apa selalu terbatas…. Apakah benar kalau orang miskin tak boleh sakit?….

Tapi kami selalu optimis dalam menjalani hidup dibumi sang ILLAHI