Nabung saham (part 2)


Hasil gambar untuk idx

Melanjutkan tulisan yang awal (nabung saham)….

Setelah mengikuti sekolah pasar modal yang diadakan oleh http://www.idx.co.id, ketakutan saya untuk berinvestasi didunia saham mulai hilang setelah mengikuti kelas tersebut.

Ternyata dalam berinvestasi perlu pemahaman yang sifatnya mendasar dan harus mengerti proses berinvestasi, kebetulan saat itu juga kami (peserta sekolah pasar modal) diberikan ID dan software untuk diinstal di HP, Tablet, PC/laptop oleh sekuritas yang kebetulan membuka kelas tersebut yang bekerja sama dengan IDX.

Sebelum penutupan kelas sore itu kami (Peserta sekolah pasar modal) belajar bersama-sama untuk memulai transaksi jual dan beli saham serta kami diberikan tentang singkatan-singkatan atau nama-nama perusahaan yang melantai diIDX, awalnya sih canggung untuk menggunakannya (maklum baru memulai) dengan sabar pembicara sekuritas tersebut mengajari kami dan membebaskan membeli salah satu saham (bukan diarahin membeli salah satu saham perusahaan ya….) dengan nominal saldo Rp.100.000,- belilah beberapa lot saham.

 

Sudah dulu ya…. nanti saya lanjut lagi….

note: foto diambil dari google

Nabung Saham


Melanjutkan tulisan Investasi logam mulia…

Langsung aja ya…Sebenarnya saya tertarik didunia saham semenjak tahun 2005, namun masih sedikit sumber untuk referensi dan tidak mengerti sama sekali tentang dunia saham. Awalnya saya bertanya kebeberapa teman yang kuliah Fakultas Ekonomi dijakarta, dengan kebetulan saya saat itu sedang merantau dikota tersebut mencoba untuk merubah nasib. beberapa teman saya tanya mengenai saham namun beberapa jawaban tidak memuaskan serta menakutkan bagi saya dan akhirnya mengurungkan niat saya untuk belajar beinvestasi didunia saham.

Saking asyiknya bekerja dijakarta, lambat laun keinginan untuk belajar berinvestasi didunia saham makin pudar dan saya lupakan begitu saja tetapi saya masih berkeinginan untuk berinvestasi yang aman untuk masa depan. Pada tahun 2011 kami menikah dan dari sanalah saya lebih memantapkan untuk berinvestasi karena hidup dikota besar tidak cukup untuk menabung saja karena inflasi yang terus meningkat, akhirnya kami memilih untuk berinvestasi kelogam mulia/emas. Dengan hasil investasi logam mulia menabung atau mengumpulkan sedikit demi sedikit akhirnya kami mampu membeli sebuah rumah yang cukup untuk kami tempati tepatnya dikota indramayu dan kami tinggalkan kota jakarta lalu pulang kampung. Ditahun 2016 saya sering melihat iklan dimedia televisi dan media masa tentang nabung saham, akhirnya keinginan saya terdahulu untuk belajar berinvestasi didunia saham bangkit tumbuh lagi.

Alhamdulillah…. tepatnya 24 januari 2017 saya mendapatkan kelas untuk mengikuti sekolah pasar modal sebelumnya saya mendaftar terlebih dahulu di http://www.idx.co.id jujur saja saya awalnya tidak mengerti sama sekali dan hanya modal nekat tapi punya perhitungan, daftar sekolah pasar modal hanya Rp.100.000,- dan uang pendaftaran tersebut untuk membuka rekening dana investor (RDI) serta dikembalikan lagi uang Rp.100.000,- tersebut untuk dana awal investasi saya. Ternyata sekolah pasar modal yang diadakan oleh IDX beserta salah satu sekuritas (maaf ya saya tidak sebutkan nama sekuritasnya) gratis bro hehehehehe, sudah dibukakan rekening dana investor (RDI) dan mendapat kartu akses dari KSEI lalu dapat snack dan makan siang gratis pula, pokoknya saya sangat puas banget untuk pelayanannya.

sudah dulu ya, nanti disambung lagi… mau cari spot mancing.

Investasi Logam Mulia


Hasil gambar untuk logam mulia antamMulai dari mana ya enaknya?….

To the point aja ya…

Sebenarnya investasi logam mulia sudah dilakukan oleh orang tua-orang tua kita terdahulu, biasanya mereka menyimpan emas dalam bentuk perhiasan seperti giwang, kalung, cincin dll. Biasanya mereka berinvestasi untuk jangka panjang seperti biaya untuk berangkat haji, pendidikan anak, beli tanah atau  biaya menikahkan anak-anaknya kelak sudah cukup umur (itu sih sepengetahuan saya, jika ada yang mau menambahkan silahkan hehehehe).

Saya mengenal investasi logam mulia semenjak saya menikah, saat itu saya pikir harga logam mulia tidak pernah naik, saya kira orang tua – orang tua dulu hanya beli dan simpan (seperti nabung gitu…) ternyata saya salah besar. Atas penjelasan istrilah yang membuat pola fikir saya berubah mengenai logam mulia dan saya mulai cari-cari informasi digoogle setahu saya logam mulia (Emas) ditambang oleh PT.freeport aja, ternyata saya salah lagi (maklum kurang informasi dan gak pernah baca-baca) tidak beberapa lama saya cari digoogle lagi dan menemukan website ANTAM atau PT. Aneka Tambang, tbk (www.antam.com) dari sanalah saya melihat harga logam mulia selalu naik dan saya mengecek dipasar tradisional harga emas selalu merangkak naik, dari sinilah saya mulai melirik investasi Logam Mulia (nabung emas seperti orangtua terdahulu).

Berawal dari membeli Logam mulia/emas dalam bentuk perhiasan, setelah itu saya pindah untuk membeli logam mulia atau emas batangan lewat pegadaian. Saat itu Pegadaian sedang ada promosi tentang kredit emas (untuk lihat harga emas batangan silahkan lihat di http://www.pegadaian.co.id) Saat itu harga logam mulia atau emas kisaran Rp.250.000/gram, tiap bulan saya dan istri mengumpulkan sisa uang belanja bulanan untuk membelinya. Saya berinvestasi logam mulia ini karena saya dan istri sangat ingin memiliki rumah sendiri, maklum saat itu kami ngontrak dekat dengan kawasan industri pulogadung dan tiap bulannya harus merogoh kocek tiap bulan Rp.500.000 sampai Rp.800.000 perbulan, beberapa tahun kemudian harga logam mulia mulai merangkak naik hingga mencapai harga Rp.450.000/gram. dari sanalah saya menjual semua logam Mulia atau emas untuk membeli rumah.

Alhamdulillah…. dalam jangka waktu 6 tahun kami kumpulkan logam mulia dan bisa lunasi rumah yang kami tempati saat ini, berkat jeli dalam berinvestasi.

Saran saya buat yang pemuda/pemudi ayolah jangan takut untuk berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah karena inflasi tiap tahun selalu naik kisaran 10% (maaf kalau salah….), ingat ya jangan tergiur oleh investasi-investasi bodong yang ujung-ujungnya merugikan kita sendiri.

referensi untuk melihat harga logam mulia bisa dilihat di http://www.antam.com dan http://www.pegadaian.co.id

Tunggu tulisan berikutnya ya…. sisa emas atau logam mulia yang kami punya, saya alihkan keinvestasi yang lain…..

 

alhamdulillah…..


Sudah lama rasanya tidak buka blog ini, saking keasyikan buka media sosial.

Rasanya pengen nulis-nulis lagi diblog ini, hallo kawan-kawan apakabarnya?

semoga kita semua diberikan kesehatan oleh allah swt dan selalu dalam lindungannya.

Ternyata sering-sering buka media sosial bosen juga, banyak yang membicarakan ttg politik, sebenarnya sih perlu juga kita mengetahui agenda politik didalam negeri dan luar negeri. yang paling membosankan kalau dimedia sosial kalau membicarakan politik dan sudah memasuki pembicaraan rasis, sara, pokoknya yg negative-negative, ujung-ujungnya kita bisa terprovokasi, kalau kita tidak bisa memfilter mindset diri kita.

Saya berharap dibumi ini khususnya dinegeri Indonesia tercinta ini selalu damai, aman, dan rakyatnya sejahtera serta berkeadilan. ini sih harapan dan doa saya…

Pokoknya NKRI harga mati !!!!

Spot Mancing Desa Pabean Ilir Indramayu


Buat rekan – rekan yang hobby mancing, saya kasih spot mancing yang paling enak didesa pabean ilir indramayu

image

Foto diatas banyak diminati oleh senior-senior pemancing tak kalah ikan tangkapan yang ikan yang besar rata-rata minimal 2kg beratnya.

image

Foto diatas banyak juga peminatnya, rata-rata yang suka mancing dasar ( kata orang indramayu mancing dasaran) jangan lupa pakai bandul pancing yang agak gede karena arus agak kuat saat air laut masuk kemuara.

image

Foto berikutnya buat anda yang suka mancing dasar tapi agak lebih dekat kemuara sungai.

image

ini spot yang banyak diminati buat anda yang suka mancing pakai bandul apung, karena posisi letaknya strategis persis di pertigaan sungai.

image

kalau yang ini buat anda yang suka mancing yang jarak lemparannya jauh dan persis dekat dengan muara sungai.
Buat rekan-rekan yang senang mancing, jangan takut kehabisan udang hidup, disini ada yang menyediakan udang hidup dan murah langsung dari empang udangnya dan ada penjual kopi,rokok,gorengan, tahu bumbu dan snack keliling juga.
Maaf foto ikannya tidak saya tampilkan, keburu digoreng sama istri.
Salam pancing….

DNV 2.7-1


Standar ini berlaku untuk sertifikasi terkait persyaratan untuk transportasi offshore container sehubungan dengan desain, pembuatan, pengujian sertifikasi,, penandaan dan pemeriksaan berkala.

Offshore Container adalah portabel unit dengan maximum gross mass tidak melebihi 25000 kg, offshore container dibagi menjadi 3 kategori:

Offshore freight container

  • General cargo container adalah container tertutup dengan pintu
  • Cargo basket adalah container bagian atasnya terbuka untuk kargo umum atau khusus (misalnya untuk mengangkut pipa)
  • Tank container adalah container penggunaannya untuk mengangkut cairan tidak berbahaya atau berbahaya
  • Bulk container
  • Special container container untuk transportasi khusu kargo (misalnya untuk mengangkut sampah, peralatan, bottle rack)

Offshore service container

Offshore container dibuat dan dilengkapi untuk mengangkut yang bersifat khusus atau bersifat sementara (contohnya laboratorium, workshop, power plants, control station, wireline unit)

Offshore waste skip

Sama seperti dengan namanya, Offshore container yang terbuka atau tertutup digunakan untuk penyimpanan atau untuk pembuangan limbah.

Primary Structure

Primary structure meliputi :

  • Load carrying and suporting frames
  • Load carrying panels (floor, tweendecks)
  • Forklift pockets
  • Pad eyes
  • Supporting structures for tanks
  • Supports for heavy equipment
  • Corner/knee brackets

primary structure dibagi menjadi 2 : 

Batan kembangkan iradiasi untuk kendalikan lalat mangga – AntaraNews.com


Batan kembangkan iradiasi untuk kendalikan lalat mangga – AntaraNews.com.

Jakarta (ANTARA News) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan teknik pengendalian hama lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada mangga gedong gincu dengan radiasi sinar gamma untuk kepentingan ekspor.


Menurut Peneliti Hama dan Penyakit Tanaman Batan, Indah Aras Tuti, pengembangan teknologi itu dilakukan karena hama lalat mangga selama ini menjadi penghambat peningkatan ekspor mangga gedong gincu. 

“Mangga gedong gincu yang rasanya sangat enak itu sudah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Timur Tengah, namun belum bisa diperluas ke negara-negara maju karena belum memenuhi persyaratan,” katanya di sela Seminar dan Pameran Teknologi Isotop dan Radiasi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, lalat buah yang bertelur di dalam buah mangga membuat buah mangga rusak. Buah yang dari luar tampak bagus, saat tiba di negara tujuan ekspor rusak karena telur-telur lalat berkembang di dalam daging buah, merusak buah. 

“Ekspor mangga seringkali juga gagal di proses karantina karena banyak negara maju seperti Australia memberi syarat sangat ketat terhadap produk pertanian kita yang rentan membawa hama. Suatu produk pertanian tidak boleh membawa organisme apapun di dalamnya,” katanya.

Dulu, lanjut dia, buah mangga yang akan diekspor disemprot dengan metil bromida, namun kini penggunaan zat tersebut sudah dilarang karena merusak ozon.

“Cara lain dalam perlakuan karantina yang dikembangkan Kementerian Pertanian adalah teknologi uap panas dengan memasukkan buah satu per satu ke dalam suatu alat, namun cara ini tidak praktis, karena prosesnya lama,” katanya.

Batan menggunakan iradiasi dengan dosis 150 gy selama 15 menit pada mangga-mangga yang sudah dikemas dalam kemasan box berisi mangga dalam jumlah banyak, sehingga praktis dan mudah. Teknik itu membebaskan mangga dari telur lalat.

“Badan karantina juga sudah ikut mensosialisasikan cara ini kepada para petani mangga yang berniat mengekspornya ke negara lain,” kata Indah.

Selain mangga, pihaknya juga sudah mulai melakukan riset penerapan iradiasi pada buah manggis.